p4tkmatematika.org

BERITA

Kontes Literasi Matematika Untuk SMP/MTs Tingkat Nasional

April 6, 2012 by admin in April 2012 with 3 Comments

 

PPPPTK Matematika bekerjasama dengan IP PMRI menyelenggarakan kegiatan Kontes Literasi Matematika untuk SMP/MTs Tingkat Nasional pada tanggal 30 Maret – 1 April 2012 di hotel Puri Artha Yogyakarta. Kontes ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi siswa dan menumbuhkan jiwa kompetitif para siswa dalam mata pelajaran matematika, serta memperkenalkan sistem pembelajaran matematika setingkat PISA (Programme for International Student Assessment) kepada masyarakat.

Pembukaan kontes dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 30 Maret 2012 di Lintang Room Hotel Puri Artha. Pada acara pembukaan ini,  Yuliawanto, M.Si. selaku ketua panitia penyelenggara dalam laporannya menyampaikan bahwa peserta kontes ini adalah siswa SMP/MTs yang menjadi juara-juara I dan II dalam kontes literasi matematika dari 7 region di Indonesia yaitu Sumatera Utara, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, DIY, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.

Pada babak penyisihan yang diikuti 14 peserta, akan dipilih 5 peserta untuk mengikuti babak semifinal. Selanjutnya pada babak semifinal akan dipilih 3 peserta untuk mengikuti babak final. Peserta yang tidak lolos ke babak final akan dinyatakan sebagai Juara Harapan I dan Juara Harapan II. Ketiga peserta yang masuk babak final selanjutnya akan bertarung untuk memperebutkan Juara I, II, dan III.

Selanjutnya, Ketua PMRI Prof. Dr. R.K. Sembiring dalam sambutannya mengungkapkan rasa bahagianya bahwa akhirnya Kontes Literasi Matematika Tingkat Nasional ini dapat terselenggara setelah sempat tertunda, dan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada PPPPTK Matematika atas kerja sama yang terjalin. Menurutnya, literasi matematika maksudnya adalah kemampuan seseorang untuk merumuskan, menggunakan, dan menafsirkan matematika dalam berbagai konteks termasuk bernalar secara matematis, dan menggunakan konsep dan fakta matematika dalam menerapkan dan memprediksikan nominal. Kontes ini dibuat untuk siswa SMP/MTs dan menggunakan tes berstandar internasional yaitu PISA. Indonesia telah berkali-kali ikut tes ini dan hasilnya jauh dari memuaskan. Melalui kegiatan ini akan dipersiapkan siswa dan guru dalam mengikuti tes PISA selanjutnya. PMRI mengajarkan matematika secara kontekstual, realistik, berorientasi pada problem solving, menekankan kreatifitas siswa, dan mengutamakan unsur “menemukan kembali matematika”.

Kepala PPPPTK Matematika, Prof. Dr. rer.nat. Widodo, M.S., dalam arahannya menyampaikan bahwa PMRI merupakan salah satu alternatif  untuk memecahkan permasalahan dalam matematika terutama anggapan bahwa matematika menjadi momok bagi siswa, sehingga bisa menjadi trigger dalam pembelajaran matematika dan menjadikan matematika sebagai mata pelajaran yang menyenangkan. Sampai saat ini, yang terlibat dalam pembelajaran PMRI baru 23 LPTK, sehingga ke depan kita mempunyai tantangan untuk melibatkan lebih banyak LPTK lagi, dan pelan-pelan dapat memasyarakatkan PMRI secara lebih luas. Harapan lain adalah bahwa PMRI dapat menjadi ikon dalam meningkatkan kualitas pendidikan matematika di Indonesia. Selanjutnya, Kepala PPPPTK Matematika membuka secara resmi kegiatan kontes ini dan menyampaikan ucapan selamat mengikuti kontes kepada peserta.

Setelah acara pembukaan, diselenggarakan konferensi pers yang dihadiri oleh wartawan dari berbagai media massa di Yogyakarta. Dr. Yansen Marpaung menyampaikan bahwa kontes ini sasarannya adalah siswa SMP/MTs, dikhususkan bagi anak-anak berusia 15 tahun karena usia ini dianggap sebagai batas wajib belajar, dan tujuannya adalah untuk melihat apakah pelajaran matematika yang telah dipelajari selama ini mampu memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan nyata. Hal inilah yang juga dilakukan oleh negara-negara maju dan kemudian diikuti oleh negara lain termasuk Indonesia, dalam program PISA yang dilakukan 3 tahun sekali. Pada tahun 2000, dalam bidang matematika Indonesia menduduki ranking 39 dari 41 negara. Tahun 2003, Indonesia ranking 38 dari 40 negara. Tahun 2006 ranking 50 dari 57 peserta, dan yang terakhir tahun 2009 yang lalu Indonesia ranking 61 dari 65 peserta. Fakta inilah yang mendorong IP PMRI untuk menjadi trigger supaya guru-guru tertantang dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.

Selain Dr. Yansen Marpaung, nara sumber dalam konferensi pers ini adalah Prof. Rer.nat. Widodo, M.S., Prof. Subanar, Ph.D. (Direktur QITEP in Mathematics), Prof. Dr. R.K. Sembiring, dan tim PMRI lainnya. Dijelaskan juga bahwa PMRI merupakan gerakan untuk mereformasi pendidikan matematika di Indonesia. Tiga prinsip dasar dalam PMRI adalah penemuan kembali secara terbimbing, fenomenologi didaktis, dan prinsip sosial mediasi. PMRI yang asalnya dari Belanda mulai dicobakan di Indonesia pada tahun 2001 di 12 SD termasuk MIN atas permintaan Departemen Agama, dan bekerja sama dengan 4 LPTK yaitu UPI, USD, UNY, dan UNESA.

Menjawab pertanyaan wartawan tentang hadiah kontes ini, disampaikan bahwa Juara I akan mendapatkan tropi dan tabungan 1,5 juta, Juara II tropi dan tabungan 1,25 juta, Juara III tropi dan tabungan 1 juta, Juara Harapan I tabungan 750 ribu, dan Juara Harapan II tabungan 500 ribu.

Setelah dilakukan babak penyisihan, semifinal, dan final, maka berdasarkan keputusan juri ditetapkan Juara I (Edwin Suyitno dari SMP Kalam Kudus Surakarta Jateng), Juara II (Jehian Norman Saviero dari SMP Negeri 1 Jakarta), Juara III (Ivan Nata Prawira dari SMP Xaverius Palembang Sumsel), Harapan I (M. Ilham Akbar S. dari SMP Lamongan Jatim), dan Harapan II (M. Ilyas dari SMPN 2 Maniang Pajo Sulsel). Disamping itu juga ditentukan peserta favorit dengan cara 14 orang peserta menyelesaikan soal kehormatan dari Kepala PPPPTK Matematika dalam waktu maksimal 5 menit. Soal kehormatan disampaikan beberapa saat sebelum pengumuman juara. Selanjutnya 3 orang peserta tercepat yang  dapat menyelesaikan soal ini diminta presentasi langsung dihadapan Prof. Dr. rer.nat. Widodo, M.S. dan seluruh hadirin. Setelah dilakukan penilaian peserta favoritnya M. Ilyas dari SMPN 2 Maniang Pajo Sulsel.

Disamping acara Kontes Literasi Matematika, secara paralel juga dilaksanakan Workshop Penilaian Literasi Matematika. Acara ini dihadiri oleh guru pendamping dan tim PMRI-LPTK dari masing-masing region dan tim PMRI Pusat juga guru matematika SMP/MTs di wilayah DIY.  Dalam workshop dilakukan diskusi akademik untuk membahas perkembangan pendidikan matematika terkini, khususnya terkait dengan implementasi PMRI dalam pembelajaran matematika di Indonesia. Penyaji dalam workshop ini diantaranya Dr. Y. Marpaung, Prof. Dr. Sutarto Hadi, dll.

Selamat kepada para pemenang, semoga ke depan dapat menjadi motivasi bagi guru dan siswa dalam pembelajaran matematika dan dapat meningkatkan prestasi Indonesia di bidang matematika dalam PISA di tahun mendatang.

3 Comments

  1. eti herawatiApril 8, 2012 at 8:45 am

    Untuk Jawa Barat kapan nih, kami tunggu

    [Reply]

  2. rifky fajarAugust 18, 2014 at 2:39 pm

    kapankah lomba ini akan di mulai kembali

    [Reply]

    admin Reply:

    silakan sering cek website ini.
    terima kasih

    [Reply]

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Plugin created by Jake Ruston - Sponsored by Cashmere Blanket.

Arsip
Statistik