p4tkmatematika.org

Kemdikbud

Kunjungan di Seojeon High School, 2019-03-11. Pukul 13.00 s.d. 18.00

Oleh: I Made Sulatra dari SMAN 1 Pringsewu, Lampung

Setelah makan siang segeralah kami menuju bus untuk melakukan perjalanan ke Seojeon High School. Setibanya kami di depan sekolah, kami pikir pembelajaran di kelas usai karena suasana sepi. Tibalah kami di pintu masuk dan kami sedikit terkejut melihat adanya kertas yang bertuliskan Indonesian math teacher visit Seojeon High school.  Oh rupanya sekolah belum selesai, hehehhe.  Dan tidak lama kemudian kami disambut oleh kepala sekolah Mr. Sang-Hoon Han dengan sangat ramah. kami dipersilahkan untuk minum (teh atau kopi yang tentunya buat sendiri). setelah menikmati minum dan makanan ringan, Mr. Sang-Hoon Han memaparkan, sekilas tentang profil sekolah diantaranya visi ada beberapa point berhasil saya tangkap :

  • Democratic School Culture  yakni “Student, teacher, and parents agreement”.  Dan salah satu adalah parents agreement-nya adalah “I will make sure that my child was breakfast before going to school in the morning” dan masih banyak agreement lainnya yang mereka sepakati bersama.

  • Education for Sustainable Development (EDS) dengan prinsip bahwa Global thinking and local action make Global citizens

Setelah selesai pemaparan profil sekolah, yang disertai dengan beberapa pertanyaan diantaranya saya bertanya: in slide did you have presentation, “professional learning community for class innovation is higher quality of class through collective intelligence”. In our country there are many schools using the program as like as you mean on the slide.  In which in our program the student with the higher quality intelligence can pass from the school early (less than 3 year but the orders 3 year). It is true like that?. Jawabannya tidak, dalam program kami mereka yang sperti ini diberi pengembangan untuk menuju keperguruan tinggi yang diinginkan, tapi disekolah lain ada juga yang seperti itu. Tapi kami tidak.

Karena waktu terbatas, akhirnya kami segera di ajak untuk berkeliling lingkungan sekolah, diberitahu waktu naik tangga untuk berjalan di sebelah kanan baris dan rapi (hehehehe kalau di kita bagaimana? ). Ditunjukan ruang guru yang persis seperti pada drama-drama korea. Oya jumlah siswa meraka biasanya sekitar 500 siswa setiap tahunnya dan ada 50 guru yang mengajar di sana. Siswa dibagi menjadi beberapa kelas dengan masing-masing kelas 20 yang terbagi dalam 5 kelompok (pengelompokan tergantung pada guru dan meja dan kuri siswa sudah diatur dalam kelompok-kelompok) dengan model layanan moving kelas.  Sepanjang observasi singkat saya, sekolah ini budaya literasi sudah berlasung sangat baik, ada banyak sudut ruangan terbuka atau ruang khusus didesain untuk tempat siswa mengembangkan diri minat dan bakatnya. Ada beberapa tempat yaitu Math Zone (Math Lab), zona Bahasa inggris (kalau siswa berada di lokasi ini harus menggunakan Bahasa inggris), zona bahasa korea, dan lain-lain.

Pada suatu kelas matematika, kami dipersilahkan untuk melakukan observasi dalam kelas selama guru sedang melakukan pembelajaran (sayang tidak boleh ambil photo karena memang aturannya demikian).

Pada bagian akhir, kami diberikan informasi tentang program guru matematika yang ada pada sekolah tersebut yaitu, selalu melakukan diskusi dan refleksi bersama setiap minggu, memberikan layanan khusus pada siswa yang bermasalah dengan matematika (jadwal setelah pulang sekolah). Oya pembelajarn regular mereka dimulai pukul 08.30 – 16.30 setelah pengembangan diri atau layanan khusus yang didampingi oleh guru mereka, terkadang mereka (siswa dan guru) pulang pukul 21.00 bahkan ada yang 22.00 lalu sesi photo bersama dan selesai.  Demikian info kunjungan singkat kami di Seojeon High School.


Photo Bersama dengan Principle of Seojeong High School


Math Lab


Sudut baca Budaya Korea


Meja kursi siswa diatur dalam kelompok-kelompok.

 

Tagged

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Plugin created by Jake Ruston - Sponsored by Cashmere Blanket.

Arsip
Statistik