p4tkmatematika.org

Kemdikbud

Tombol Merah

Oleh Alphian Sahruddin dari SDN Kompleks Ikip 1, Kota Makassar, Sulawesi Selatan

11 Maret Hari kedua berada di Penang Malaysia diawali dengan kegiatan penyambutan dirangkaikan dengan Opening Ceremony oleh Kantor Seameo-Recsam. Dibuka oleh MC yang Cantik Ms. Bhavani Ramasamy juga sebagai Programme Officer menyapa selurus peserta dengan sambutan yang hangat. Selanjutnya pembukaan disampaikan oleh Acting Centre Director/Deputy Director for Administration Mr. Taufek Muhamad menerima kami dan membuka kegiatan secara resmi.

Dokumenatasi: Sambutan sekaligus membuka acara Sort Cource Enchanching Primary Mathematics Learning in STEM Environment di RECSAM, Penang-Malaysia selama bulan Maret 2019.

F:\Poto\Short Course Seameo Recsam Penang\IMG-20190311-WA0084.jpgDokumenatasi: Bu Anna Tri Lestari mewakili kepala PPPPTK Matematika menyerahkan peserta kepada SEAMEO-RECSAM

 Usai acara pembukaan tibalah saatnya kami harus memperkenalkan diri masing-masing. Sebelumnya MC memperkenalkan seluruh staf dan unsur pimpinan di Seameo-Recsam. Satu demi satu kami tampil memperkenalkan diri tentu dalam bahasa Inggris juga memperkenalkan asal daerah kami. Wah, luar biasa ternyata dari sini nampak bahwa Indonesia sangat kaya dan sangat luas. Setiap peserta menyebutkan daerahnya serta keunggulan dan kekhasannya. Dari Sabang Sampai Merauke bergabung jadi satu terikat oleh seragam Batik Jogja yang menjadi Dresscode kami saat itu.

Tak berhenti sampai disitu, Bu Anna Lestari dan Pak Suhadi Pejabat PPPPTK Matematika Jogjakarta yang menjadi ketua Tim kami memberikan salah satu Simbol kekayaan warisan Budaya Indonesia yaitu Wayang Kulit dan Miniatur Tugu PPPPTK Matematika. Wayang Kulit diberikan sebagai Cendera Mata dari PPPPTK Matematika ke Seameo-Recsam. Hal ini makin menunjukkan bahwa betapa kayanya negeriku Indonesia.

F:\Poto\Short Course Seameo Recsam Penang\IMG-20190311-WA0032.jpgDokumenatasi: Penyerahan Cenderamata dari PPPPTK Matematika ke SEAMEO-RECSAM, Penang-Malaysia

Usai Opening Ceremony kami kemudian melakukan photo bersama dengan seluruh staf Seameo-Recsam. Momen ini tak disia-siakan oleh peserta untuk berswa photo dengan para pejabat yang notabenenya adalah perwakilan dari berbagai negara yang ada di Asia Tenggara. Seru, suasana menjadi cair dan penuh keakraban. Tak ada lagi jarak antara kami peserta dengan seluruh Staf disini. Apalagi setelah photo kami dijamu Coffe break dalam satu ruangan yang telah di setting duduk bersama dengan para petinggi itu. Kami bisa saling bercengkerama dan saling bertukar informasi.

F:\Poto\Short Course Seameo Recsam Penang\IMG-20190311-WA0033.jpgDokumentasi: Photo bersama peserta, PPPPTK Matematika,  dengan seluruh staf dan Pimpinan Seameo-Recsam Penang

F:\Poto\Short Course Seameo Recsam Penang\IMG-20190311-WA0014.jpgDokumentasi: Photo bersama peserta, PPPPTK Matematika,  dengan seluruh staf dan Pimpinan Seameo-Recsam Penang saat Coffe Break

Tak lengkap rasanya sebagai warga baru di Seameo-Recsam ini jika kami tak mengenal seluruh lokasi yang ada. Mrs. Bhavani dengan sabar dan penuh antusias mengantar kami sekaligus memperkenalkan seluruh lokasi dan fasilitas yang ada. Perpustakaan merupakan  tempat yang sangat lama kami di dalamnya. Disana diperkenalkan tentang tata kelola perpustakaan. Ms. Nuresdiani Yussof selaku Asst. Librarian menjelaskan panjang lebar tentang Perpustakaan yang dipimpinnya. Penataan yang sangat baik membuat pembaca betah di dalamnya.

Mulailah kami masuk pada inti kegiatan pada hari ini. Diawali dengan perkenalan Konten Materi Pelatihan selama 3 minggu ke depan oleh Mrs. Teh Kim Hong memberikan penjelasan secara rinci mengenai apa saja yang akan kami lakukan selama berada di Penang. Dilanjutkan oleh Mr. Gan Teck Hock memberikan materi pertama mengenai Current Practies & Issues of Mathematic Teaching & Learning.

F:\Poto\Short Course Seameo Recsam Penang\IMG-20190311-WA0082.jpgDokumentasi: Photo kegiatan pembelajaran Short Course bekerja dalam kelompok

Tepat waktu shalat Ashar masuk untuk waktu Penang kegiatan pelatihan untuk hari ini selesai. Saat keluar kelas kami semua bersepakat untuk keluar melihat-lihat suasana Penang di Sore hari. Kompleks Bukit Jambul merupakan destinasi kunjungan pertama kami. Tempat ini merupakan kawasan perbelanjaan berupa Pasar Swalayan. Berkeliling sejenak mengunjungi berbagai dagangan yang disuguhkan sepertinya kami bukan orang asing. Para penjaga dagangan itu kebanyakan adalah para Tenaga Kerja asal Indonesia. Suasana menjadi seru karena kami saling berkenalan dan saling berbagi cerita. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 08.20. Wah, ternyata sudah lewat dari perjanjian kami harus berkumpul 08.00 di titik pertama tiba.

Benar saja, karena sudah terlalu lama menunggu teman-teman pergi. Kami tak bisa saling kontak karena Jaringan Internet HP kami masing-masing tidak aktif.

Saat keluar yang tinggal yaitu saya, Yasri dan pak Samsul langsung menuju Halte pemberhentian Bus. Bus datang kamipun naik langsung memesan tiket untuk sampai ke Asrama. Karena kondisi Bus yang masih kosong kami mengambil kursi paling belakang. Asyik ngobrol Bus yang kami tumpangi hampir tiba di Halte pemberhentian depan Recsam.

Saling berpandangan keheranan, loh kok busnya gak berhenti malah makin kencang. Mulailah kami panik, hendak berteriak ke pak supir tapi di tahan oleh ibu yang duduk di sebelah saya. “Pak gak usah ditegur, sopirnya gak bakalan berhenti karena haltenya sudah lewat”.

“Loh, kok bisa. Harusnya kan Busnya berhenti di Halte itu. Di Indonesia Bus Pasti akan berhenti di Halte pembehentian”. Kata ku.

“Ia benar, jika bapak menekan Tombol merah itu sesaat sebelum sampai ke Halte” katanya.

Walah, kacau nih. Jadi gimana. Artinya kami harus ikut Bus ini entah tujuannya kemana.

“Sudah bapak-bapak ikut saya dulu. Nanti disana Bapak turun dan saya bantu Carikan Mobil Sewa Online”, kata ibu itu lagi.

“Sepertinya ibu orang Indonesia yah?” Kata Pak Syamsul.

“Iya benar, saya Asli Medan, Sudah 9 tahun saya disini sebagai TKI. Lain kali kalo naik Bus jangan lupa Pencet Tombol Merah dekat Jendela itu, jika tidak maka Sopirnya nggak akan berhenti”, katanya lagi.

Wah, memang beda yah. Di Indonesia naik angkot tinggal bilang minggir atau kiri saja sopir langsung berhenti. Disini harus main pencet-pencet.

Yah, syukurlah malam ini tambah pengalaman baru. Tersesat membawah Hikmah. Hikmahnya adalah ternyata sebelum naik angkutan umum harus tahu dulu cara turunnya. Jangan sampai bisa naik tapi nggak bisa turun. Untung ada orang Indonesia yang membantu, andai ketemunya sama orang negara lain maka entah apakah cerita ini bisa ku tulis.

International House Seameo-Recsam

11 Maret 2019

 

Tagged

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Plugin created by Jake Ruston - Sponsored by Cashmere Blanket.

Arsip
Statistik