p4tkmatematika.org

Kemdikbud

Untukmu, Untuk Kita

Oleh: Alphian AbuFarisArkhan

Malamku begitu panjang, entah mengapa mata ini enggan terpejam. Lamunanku jauh membawa sejuta pengharapan kelak engkau jua merasa yang sama. Kuhitung setiap detik jarum jam berirama berpacu dengan setiap doa yang ku panjatkan.

Tersadar daku dari mimpi, kulihat engkau tak di sampingku. Suara merdu nan indah kembali menggema mengusir segala beban yang kian menghampa.

Pagiku cerah, kuhentakkan segala prasangka yang kian mengganggu. Hari ini adalah hari baik. Tak baik rasanya mengutuk malam yang telah menyelimuti dengan gelapnya.

Perlahan kaki melangkah, seperti biasa menelusuri koridor yang sepi. Menapaki setapak demi setapak, menghitung anak tangga yang kian meninggi. Banyak asa yang telah kusemai, hari ini harus kugapai meski kutahu semua tak mudah.

Secangkir teh hangat, ditemani Macaroni Scutel Pasta menu sarapan pagi ini. Masih saja lamunan itu menggangguku, sampai semua pergi kita suara itu menyapa.

“Gimana pak Alphian, udah selesai semua tugasnya” kata bu There (Guru SD dari NTT) membuyarkan diamku.

“Alhamdulilah, perlahan tapi pasti, semua harus diselesaikan” jawabku sambil memutar-mutar garpu di tangan kiriku.

“Pak Alphian orangnya lebih banyak diamnya, yah… Jadi serba salah, mau mulai dari mana kalau mau di ajak bicara”, sambungnya.

“Oh, memang gitu bu, saya tak bisa langsung…. Harus di panasi dulu seperti mesin Honda, kalo sudah panas nanti ibu cape sendiri meladeni” kataku diselingi tawa, hahahaha.

Perbincangan seputar tugas itu berlanjut sampai akhirnya waktu masuk kelas telah tiba. Tanpa dikomando semua bergerak menuju kelas.

Kelas nampak sepi. Kursi masih banyak yang kosong. Kudekati meja yang sering ku duduki, di sana ada pak Agus, pak Hardani, dan Pak Nurlyanto sedang asyik berbincang. Tak biasanya pak Agus berada di meja kelompokku. Pikirku dalam hati mungkin saja ada hal penting yang sedang didiskusikan.

Duduk sambil menyimak, apa gerangan yang sedang mereka bicarakan. Wah…, rupanya seperti kebiasaannya, beliau senantiasa memberikan wejangan dan motivasi kepada kami semua. Tak mengikuti perbincangan dari awal tapi dapat kutarik kesimpulan isinya adalah guru itu selain menjadi agen perubahan juga harus berperan sebagai diplomat ulung.

Guru harus mampu menjadi seorang negosiator yang baik. Menghubungkan antara kepentingan profesional kita sebagai guru dengan yang berkaitan dengan kebijakan pimpinan. Jika ini berjalan dengan baik maka segala sesuatu yang berkaitan dengan tugas-tugas kita akan berjalan dengan baik. Tentunya berbagai akses kemudahan dan kenyamanan kerja akan mudah kita dapatkan, jelas beliau.

Belum selesai perbincangan itu, tiba-tiba pak Sigit berkata, “Jika ada aturan menghapus satu huruf Konsonan dari nama kita, maka nama saya yang tadinya Sigit jika dihilangkan huruf S-nya maka akan menjadi Igit. Dihilangkan huruf G menjadi Si’it, jika dihilangkan huruf T maka menjadi Sigi. Tapi coba jika huruf Z yang dihilangkan, maka kasian pak Zazuli Zamzani. Dia akan kehilangan 4 huruf sekaligus, A uli Am Ani,…. Hahaha”. Begitulah karakter WI PPPPTK Matematika ini, selalu saja ada cerita lucu yang siap memecah kesunyian.

Tepat pukul 08.30 Mr. Gan Tech Hock kembali menyapa kami di dalam kelas. Materi yang akan dibawakan pagi ini adalah Performance asseesment and rubrics Peer tryout. Dalam sesi ini kami diajarkan bagaimana cara menyusun Assessment dan membuat rubric penilaian. Penilaian yang akan kami buat adalah berbasis PISA (Program Internasional Student Assessment) dan TIMSS (Trends in International Mathematics and Scinece Study). Kedua jenis Assessment ini sering kali digunakan untuk mengukur tingkat penguasaan ilmu Sains, matematika, dan literasi di setiap negara.

Dimulai dari sebuah pertanyaan What is performance Assessment? Diskusi kelaspun dimulai. Masing-masing peserta mengeluarkan pendapatnya. Berbagai jawaban lahir namun initinya adalah “Performance Assessment is A form af assessment which requires students to demonstrate that they have mastered specific skills and competencies atau sebuah bentuk penilaian yang mengharuskan siswa untuk menunjukkan bahwa mereka telah menguasai keterampilan dan kompetensi tertentu”.

Setelah berdiskusi mengenai apa itu performance Assessment, beliau kemudian memperkenalkan cara membuat rubrik performance Task (penilaian kinerja). Hal yang mesti diperhatikan dalam membuat rubrik penilaian kinerja adalah harus ada Scoring guide (panduan penilaian), Analytic or holistic (Analitik atau holistik), Criteria to assess (Kriteria untuk dinilai), Levels of performance.

Berbagai format rubrik dan cara penggunaannya diperkenalkan kepada kami. Terakhir beliau mempersilahkan kepada kami untuk membuat sebagai pelengkap dari Lesson plann yang telah kami buat sebelumnya.

Pukul 10.30 kelas kami menjadi ramai. Mr. Gan rupanya tak sendiri. Mrs. Teh Kim Hong dan Dr. Warabhorn Preecaphorn bergabung bersama kami secara bersamaan. Sesi kali ini adalah melakukan peer teaching. Masing masing diberikan waktu untuk melakukan praktek mengajar terbatas berdasarkan Lesson Plann yang telah dibuat.

Dokumentasi: Photo Proses Peer Teaching Mr. Gan dan Mrs. Wara memberikan penjelasan

Peer teaching diawali oleh tiga kelompok SMP yang secara bergantian tampil. Kelompok Pak Suhadak (Biak, Papua) yang beranggotakan Pak Gunanto (Lampung), Pak Taufik (Sukamara, Kalteng),  dan Bu Laila (Magelang, Jateng) menampilkan pembelajaran Membuat Prototype Menara. Berbagai hasil karya bentuk menara dari tusuk sate tercipta setalah proses pembelajaran berlangsung.

Dokumentasi: Photo Proses Peer Teaching Kelompok Mr. Suhadak

Selanjutnya kelompok Pak Amiri (Maluku), Bu Masrita (Luwu, Sulsel), Bu Ida (Serang, Banten), dan pak Sigit (P4TK Matematika Jogja) dengan materi Peluang. Pembelajaran ini sangat menarik karena mereka menyiapkan permainan dadu berwarna berbentuk kubus dan limas. Setiap kelompok diberikan kesempatan bermain lempar dadu sambil mencatat setiap kejadian dua warna yang muncul setiap sekali lempar atau mengambil dalam kotak.

Dokumentasi: Photo Proses Peer Teaching Kelompok Mr. Amiri

Kelompok terakhir dari SMP adalah kelompok Pak Tundung (Wonosobo, Jateng), bu Arlina (Maros, Sulsel), pak Hadi (Barito Kuala, Kalsel), dan bu Arfianti Lababa (P4TK Matematika Jogjakarta). Materi yang mereka bawakan adalah tentang Kecepatan dan Percepatan. Pembelajaran yang mereka bawakan sangat menarik karena menggunakan alat peraga berupa mobil remote control. Setelah itu siswa membuat sebuah lintasan balap mobil dari kertas bekas dengan menggunakan kelereng sebagai benda yang melintas dan diukur kecepatan dan percepatannya.

Dokumentasi: Photo Proses Peer Teaching Kelompok Mr. Tundung

Setelah istirahat makan siang tiga kelompok SD juga menampilkan Lesson Plann yang telah dibuat. Pertama-tama kelompok saya yang beranggotakan pak Syamsul (Mataram, NTB), Pak Hardani (Madura, Jatim), pak Nurlyanto (Sintang, Kalbar), pak Zazuli (Bangka Belitung) dan saya sendiri dari Makassar, Sulsel. Kelompok kami membawakan materi tentang menghitung keliling bidang datar dengan menggunakan kertas berpetak (Square Paper). Kegiatan ini sangat menarik karena siswa belajar memahami konsep keliling bangun datar dengan bermain kertas kotak.

Dokumentasi: Photo Proses Peer Teaching Kelompok Mr. Syamsul

Penampilan kedua dari grup SD adalah kelompok pak Anang (Jogjakarta), pak Praja (Jogjakarta), pak Mahrani (Pontianak, Kalbar), pak Dana (Batam), dan Bu Theresia (Sumba Tengah, NTT). Materi yang mereka bawakan adalah jarak dan kecepatan. Pembelajarannya disajikan dalam bentuk permainan membuat pesawat dari kertas. Pesawat di lemparkan dan di ukur waktu dan jarak terbanggnya untuk menentukan kecepatannya.

Dokumentasi: Photo Proses Peer Teaching Kelompok Mr. Syamsul

Kelompok SD tekahir adalah kelompok ibu Ernawati (Purworejo, Jateng), bu Jamila (Gorontalo), pak Yasri (Kolaka Timur, Sultra) dan pak Agus (P4TK Matematika Jogjakarta). Materi yang mereka bawakan adalah volume bangun ruang. Materi ini juga sangat menarik karena disajikan dalam bentuk permainan. Masing-masing anak ditugaskan membuat bentuk bangun ruang bebas. Setelah itu akan diisi dengan bola-bola plastik kecil berukuran seperti kelereng. Praktik ini membuat anak dengan mudah memahami konsep volume bangun ruang.

Dokumentasi: Photo Proses Peer Teaching Kelompok Mrs. Ernawati

Kegiatan pembelajaran hari ini berlangsung seru dan menyenangkan. Setiap penampil akan diberikan berbagai masukan sebagai perbaikan persiapan tampil saat real teaching di sekolah sasaran. Berbagai pengalaman berharga kami dapatkan hari ini. Kami hanya bisa bermaksimal namun sekali lagi tantangan itu harus dilalui. Kerja tim sekali lagi kunci kami selama berada di sini.

Hari mulai, beranjak sore. Keluar dari ruangan kelas disambut dengan deras rinai hujan yang turun. Hujan ini kembali memanggil berjuta rindu yang sejenak terlupakan. Sudah hampir dua minggu kami di Penang baru kali ini hujan menyapa. Bak rindu dengan air ini, teman-teman berlomba memegang dan mencuci muka dengannya.

Kembali ke asrama, teman-teman mengajak untuk melakukan eksplor tempat wisata yang ada di Penang. Benteng pertahanan Inggris di Penang menjadi tempat tujuan kami. Benteng yang tepat berada di bibir pantai ini sangat indah. Bangunan-bangunan khas peninggalan Kerajaan Inggris masih berdiri kokoh menjadi warisan budaya yang tak terkira harganya.

Hari yang cukup melelahkan, namun memberi sejuta makna dan pelajaran di dalamnya. Pengalaman adalah guru terbaik. Berada di daerah baru bersama saudara baru menambah warna yang tak terlukiskan.

Kini aku kembali dipembaringanku, kutuliskan kisah ini sebagai pelipur atas segala rasa yang ingin kusampaikan. Kini malam kembali menyambut hanya bayangmu yang selalu setia menemani.

Tidurlah pujaan hatiku, sambutlah daku dalam setiap mimpi indahmu. Percayalah, aku di sini semua hanya untukmu.

Untuk kita dan untuk Cinta.

International House SEAMEO-RECSAM, Penang-Malaysia

20 Maret 2019

 

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Plugin created by Jake Ruston - Sponsored by Cashmere Blanket.

Arsip
Statistik