p4tkmatematika.org

Kemdikbud

“Membangun Masa Depan Indonesia di Garis Depan”

Nurlyanto, S.Pd (SDN 4 Sungai Mali – Sintang)

Alhamdulillah tak henti-hentinya saya menghaturkan rasa syukur kepada Allah SWT atas kesempatan untuk mengikuti Pelatihan Guru ke Luar Negeri. Bagaikan mimpi, saya yang bertugas jauh dipedalaman pulau Kalimantan ini dapat menjadi 1 dari guru-guru matematika terbaik yang ditugaskan untuk belajar di SEAMEO RECSAM Penang Malaysia. Sebagai Guru Garis Depan (GGD) yang bertugas di daerah 3T dengan segala kesulitan transportasi dan komunikasi, mendapat kesempatan belajar ke luar negeri merupakan rizki yang harus disyukuri karena tidak semua orang mendapatkan kesempatan yang sama, terlebih lagi sebagai peserta termuda.

Kondisi akses trasnportasi di perbatasan Indonesia – Malaysia

Selama 3 pekan belajar di Malaysia saya mendapatkan banyak pengalaman berharga, yang mampu menyadarkan saya bahwa kita belum siap menghadapi persaingan di Abad 21 terlebih lagi revolusi industri 4.0. Mengapa? Bagaimana tidak, banyak pelajar kita yang belum siap menghadapi persaingan global, karena mereka tidak disiapkan untuk menguasai bahasa inggris sementara di negara tetangga sudah membiasakan berbahasa inggris sejak di bangku sekolah dasar bahkan seorang pelayan minimarket bahasa inggrisnya sangat lancar.

Lantas bagaimana dengan kesiapan kita menghadapi revolusi industri 4.0? Ini tak kalah menyakitkan, anak-anak kita bagaikan orang yang tersesat di era yang serba sentuh dengan ujung jari ini. Mereka begitu lekat dengan teknologi namun tidak tahu memanfaatkan teknologi dengan baik, bahkan hanyut untuk hal-hal yang tidak berguna. Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Sebagian guru masih banyak yang tidak mampu memanfaatkan ICT, bahkan sekedar membuat akun email banyak yang kesulitan.

Berbagai permasalahan di atas hendaknya membuat kita sadar diri untuk terus memperbaiki diri, mengejar ketertinggalan. Tidak ada hal yang tidak mungkin selama kita mau berusaha dan berdoa, Allah akan memperbaiki kualitas suatu bangsa jika bangsa tersebut mau berbenah. Kini tinggal bagaimana para guru mau memperbaiki dirinya, menjadi guru yang cerdas dan menjadi teladan yang diidolakan oleh murid-muridnya.

Selama 21 hari menimba ilmu di SEAMEO RECSAM banyak ilmu yang didapat yang Insya Allah dapat berguna dalam pengembangan pembelajaran berbasis STEM di sekolah saya. Walaupun bertempat di daerah Terdepan Terluar dan Tertinggal bukan lah alasan untuk tdak menerapkan STEM dalam pembelajaran karena banyak bahan-bahan dari alam yang dapat dimanfaatkan.

Selain mendaptkan ilmu mengenai STEM dan pendekatan pembelajaran yang lain, ilmu yang lain yang juga bermanfaat adalah emanfaatan ICT dalam pendidikan. Pemanfaatan Learning Management Sistem (LMS) dapat menjembatani guru-guru di daerah tertinggal yang kesulitan akses informasi untuk dapat mengikuti diklat daring (online) tanpa harus jauh-jauh pergi ke kota. LMS memungkinkan guru untuk belajar tanpa harus bertatap muka, dan memudahkan mereka karena pola pembelajaran nya memungkinkan guru untuk memilih waktu belajar dan mengirim tugas. Sehingga guru dapat mengunduh materi dan mengirim tugas cukup ketika ia menemukan sinyal internet.

Bersama Mr, Yuji Otsuka

Saya berharap program pengiriman guru untuk belajar di luar negeri terus berlanjut khususnya bagi guru-guru di daerah 3T. Tidak hanya sekedar infrastruktur yang kami butuhkan disini, namun dukungan pemerintah dalam meningkatkan kompetensi guru jauh lebih penting dan berguna dalam membantu anak-anak di perbatasan meraih cita-citanya.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Plugin created by Jake Ruston - Sponsored by Cashmere Blanket.

Arsip
Statistik