<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>p4tkmatematika.org &#187; ARTIKEL</title>
	<atom:link href="http://p4tkmatematika.org/category/artikel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://p4tkmatematika.org</link>
	<description>Website PPPPTK Matematika</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Jan 2012 05:06:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
		<item>
		<title>Petunjuk Penggunaan Program Iteman</title>
		<link>http://p4tkmatematika.org/2012/01/petunjuk-penggunaan-program-iteman/</link>
		<comments>http://p4tkmatematika.org/2012/01/petunjuk-penggunaan-program-iteman/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 04:41:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://p4tkmatematika.org/?p=2351</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Estina Ekawati Email: estichoice@yahoo.co.uk Bagi seorang guru melakukan analisis terhadap butir soal baik pilihan ganda maupun essay merupakan hal yang cukup merepotkan dan menyita waktu. ITEMAN adalah salah satu program analisis butir soal yang dapat digunakan oleh guru untuk menganalisa hasil tes. ITEMAN (Item and Test Analysis) merupakan analisis butir empirik model klasik. Anda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh:</p>
<p>Estina Ekawati</p>
<p>Email: estichoice@yahoo.co.uk</p>
<p>Bagi seorang guru melakukan analisis terhadap butir soal baik pilihan ganda maupun essay merupakan hal yang cukup merepotkan dan menyita waktu. ITEMAN adalah salah satu program analisis butir soal yang dapat digunakan oleh guru untuk menganalisa hasil tes.</p>
<p>ITEMAN (Item and Test Analysis) merupakan analisis butir empirik model klasik. Anda dapat mendownloadnya di sini. Setelah didownload kemudian anda extract dan simpan dalam folder tersendiri, misalkan anda beri nama ANABUT (Analisis Butir).</p>
<p><a href="https://docs.google.com/viewer?a=v&amp;pid=explorer&amp;chrome=true&amp;srcid=0B4Y-IxzzEvxGZjQ2ZjdjMWYtMjY2ZC00NWY1LTgxYWItN2UxMzAwNjQ1OGEy&amp;hl=en_US">Download File Lengkap: Petunjuk Penggunaan Program Iteman</a></p>
<p><a href="https://docs.google.com/leaf?id=0B4Y-IxzzEvxGNzc5ZGY5ZDUtZDA5NS00YmJiLTlmZmQtMzAzMzMwNTUzYWYw&amp;hl=en_US">Download File: Program Iteman</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://p4tkmatematika.org/2012/01/petunjuk-penggunaan-program-iteman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aplikasi Kinerja Guru</title>
		<link>http://p4tkmatematika.org/2011/12/aplikasi-kinerja-guru/</link>
		<comments>http://p4tkmatematika.org/2011/12/aplikasi-kinerja-guru/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Dec 2011 03:48:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://p4tkmatematika.org/?p=2317</guid>
		<description><![CDATA[Fungsi dan tugas yang melekat pada jabatan fungsional guru dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku, maka diperlukan Penilaian Kinerja Guru (PK GURU) yang menjamin terjadinya proses pembelajaran yang berkualitas di semua jenjang pendidikan. Pelaksanaan PK GURU dimaksudkan bukan untuk menyulitkan guru, tetapi sebaliknya PK GURU dilaksanakan untuk mewujudkan guru yang profesional, karena harkat dan martabat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Fungsi dan tugas yang melekat pada jabatan fungsional guru dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku, maka diperlukan Penilaian Kinerja Guru (PK GURU) yang menjamin terjadinya proses pembelajaran yang berkualitas di semua jenjang pendidikan.</p>
<p>Pelaksanaan PK GURU dimaksudkan bukan untuk menyulitkan guru, tetapi sebaliknya PK GURU dilaksanakan untuk mewujudkan guru yang profesional, karena harkat dan martabat suatu profesi ditentukan oleh kualitas layanan profesi yang bermutu.</p>
<p>Hasil PK GURU dapat dimanfaatkan untuk menyusun profil kinerja guru sebagai input dalam penyusunan program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) dan dasar penetapan perolehan angka kredit guru dalam rangka pengembangan karir guru sesuai Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.</p>
<p>Bagi Bapak/Ibu Guru yang ingin mentehui lebih jauh lagi mengenai PK Guru ini dapat membaca di aplikasi Kinerja Guru <a href="http://www.ekinerjaguru.org/index.php?class=&amp;file_id=1">http://www.ekinerjaguru.org .</a> Terdapat artikel-artikel yang berkaitan dengan PK Guru dan PKB, materi download, dan lain-lainnya sebagai sosialisasi awal bagi Bapak/Ibu Guru semua sebelum PK Guru ini dilaksanakan.</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.ekinerjaguru.org/index.php?class=&amp;file_id=1">http://www.ekinerjaguru.org</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://p4tkmatematika.org/2011/12/aplikasi-kinerja-guru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Geometri Transformasi dalam Karya Seni Batik di Indonesia</title>
		<link>http://p4tkmatematika.org/2011/12/geometri-transformasi-dalam-karya-seni-batik-di-indonesia/</link>
		<comments>http://p4tkmatematika.org/2011/12/geometri-transformasi-dalam-karya-seni-batik-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 04:48:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Matematika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://p4tkmatematika.org/?p=2308</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Oleh: Sri Wulandari Danoebroto Batik merupakan karya seni warisan budaya bangsa milik Indonesia. Keindahan batik telah diakui dunia melalui penetapan UNESCO sejak 2 Oktober 2009 bahwa batik merupakan salah satu warisan kemanusiaan untuk karya lisan dan non bendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity).  Karya seni batik tidak hanya didominasi dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>Oleh: Sri Wulandari Danoebroto</p>
<p>Batik merupakan karya seni warisan budaya bangsa milik Indonesia. Keindahan batik telah diakui dunia melalui penetapan UNESCO sejak 2 Oktober 2009 bahwa batik merupakan salah satu warisan kemanusiaan untuk karya lisan dan non bendawi (<em>Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity</em>).  Karya seni batik tidak hanya didominasi dari budaya Jawa, karena sesungguhnya daerah-daerah lain di Indonesia juga memiliki karya seni lukis kain (jika boleh disebut demikian) atau batik. Lukisan bernilai seni tinggi dapat kita jumpai pada ornamen kain ulos (batak), sasirangan (Kalimantan Selatan), maupun dari belahan Indonesia lainnya yaitu batik Papua, batik Sulawesi dan sebagainya. Hal ini menunjukkan bahwa betapa kayanya budaya kita.</p>
<p>Keindahan batik dapat dinikmati dari bentuk-bentuk artistik yang dituangkan pada lembaran kain tersebut. Bila diamati secara seksama, dalam bentuk-bentuk batik sesungguhnya terdapat sifat-sifat keteraturan yang berirama atau berpola. Beberapa bentuk keteraturan pada batik merupakan bentukan transformasi geometris.</p>
<p>Bentuk geometri yang dapat dijumpai pada batik berupa titik, garis dan bidang datar. Bidang datar tersebut misalnya lingkaran, elips, segiempat dan sebagainya. Bentukan artistik pada batik dihasilkan melalui transformasi titik, garis atau bidang datar tersebut melalui translasi (pergeseran), rotasi (perputaran), refleksi (pencerminan) atau dilatasi (perkalian).</p>
<p>Download Lengkap File: <a href="https://docs.google.com/viewer?a=v&amp;pid=explorer&amp;chrome=true&amp;srcid=0B4Y-IxzzEvxGZDJlZTZhM2UtZmYxNS00NzYyLWI5ZmQtNDg0ZjkxYjQ0ZjM5&amp;hl=en_US">Geometri Transformasi dalam Karya Seni Batik di Indonesia</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://p4tkmatematika.org/2011/12/geometri-transformasi-dalam-karya-seni-batik-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bilangan Rasional, Sejarah dan Pengertiannya</title>
		<link>http://p4tkmatematika.org/2011/12/bilangan-rasional-sejarah-dan-pengertiannya/</link>
		<comments>http://p4tkmatematika.org/2011/12/bilangan-rasional-sejarah-dan-pengertiannya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 08:43:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Matematika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://p4tkmatematika.org/?p=2302</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Oleh: Sumardyono, M.Pd Konsep bilangan rasional pada Standar Isi terkait dengan konsep bilangan bulat dan pecahan, sebagai berikut: Kelas VII,  Semester 1 Standar Kompetensi Komptensi Dasar Bilangan 1.   Memahami sifat-sifat operasi hitung bilangan dan penggunaannya dalam pemecahan masalah &#160; 1.1    Melakukan operasi hitung bilangan bulat dan pecahan 1.2    Menggunakan sifat-sifat operasi hitung bilangan bulat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>Oleh: Sumardyono, M.Pd</p>
<p>Konsep bilangan rasional pada Standar Isi terkait dengan konsep bilangan bulat dan pecahan, sebagai berikut:</p>
<p><strong>Kelas VII,  Semester 1</strong></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="97%">
<tbody>
<tr>
<td width="37%" valign="top"><strong>Standar Kompetensi</strong></td>
<td width="62%" valign="top"><strong>Komptensi Dasar</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="37%" valign="top"><strong>Bilangan</strong></p>
<p>1.   Memahami sifat-sifat operasi hitung   bilangan dan penggunaannya dalam pemecahan masalah</td>
<td width="62%" valign="top">&nbsp;</p>
<p>1.1    Melakukan operasi hitung bilangan bulat dan   pecahan</p>
<p>1.2    Menggunakan sifat-sifat operasi hitung bilangan bulat   dan pecahan dalam pemecahan masalah</p>
<p>&nbsp;</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pada makalah ini akan dibahas mengenai tema bilangan rasional secara umum. Sifat-sifat bilangan bulat dan pecahan tidak dibahas secara khusus. Pembahasan bilangan rasional ini untuk menjadi wawasan bagi guru dan agar dapat memahami bilangan bulat dan pecahan secara lebih komprehensif.</p>
<p><strong>“Sejarah” Bilangan Rasional</strong></p>
<p>Sebelum mempelajari bilangan rasional, siswa telah dikenalkan dengan beberapa jenis bilangan, antara lain: bilangan asli, bilangan cacah, bilangan prima, bilangan bulat, bilangan pecahan atau pecahan, bilangan positif, bilangan negatif.</p>
<p>Mula-mula yang dikenal manusia adalah bilangan bulat positif, yaitu bilangan asli (<em>natural numbers</em>, N). Bilangan asli dibutuhkan manusia untuk membilang sesuatu yang utuh, seperti banyak orang, banyak hewan, dan semacamnya.</p>
<p>Selanjutnya manusia mengenal bilangan pecahan (<em>fractions</em>) dengan berbagai macam bentuk. Di Mesir kuno dikenal dengan penyebut 1 atau 2 saja. Di Perancis kuno, dikenal dengan penyebut kelipatan 6 atau 12. Di bangsa-bangsa lain juga akhirnya mengenal pecahan dengan ragam bentuk yang berbeda-beda.</p>
<p>Mengenai bilangan prima (<em>prime numbers</em>), telah menjadi kajian intensif orang Yunani kuno, terutama pada perguruan Pythagoras. Mereka menemukan bahwa bilangan prima adalah “sumber bilangan asli” di mana semua bilangan asli dapat dinyatakan dalam faktorisasi prima.</p>
<p><a href="https://docs.google.com/viewer?a=v&amp;pid=explorer&amp;chrome=true&amp;srcid=0B4Y-IxzzEvxGYTQyNDBhMTctZmQ2OC00Y2YzLTgwZDAtNGI0NjZjOTAxMGY3&amp;hl=en_US">Download Lengkap File: Bilangan Rasional, Sejarah dan Pengertiannya</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://p4tkmatematika.org/2011/12/bilangan-rasional-sejarah-dan-pengertiannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beberapa Miskonsepsi Guru Matematika SMA Pada Materi Notasi Sigma, Barisan dan Deret Bilangan</title>
		<link>http://p4tkmatematika.org/2011/11/beberapa-miskonsepsi-guru-matematika-sma-pada-materi-notasi-sigma-barisan-dan-deret-bilangan/</link>
		<comments>http://p4tkmatematika.org/2011/11/beberapa-miskonsepsi-guru-matematika-sma-pada-materi-notasi-sigma-barisan-dan-deret-bilangan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2011 06:10:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Matematika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://p4tkmatematika.org/?p=2285</guid>
		<description><![CDATA[Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika setiap tahun selalu menyelenggarakan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Guru Pengembang Matematika SMA. Salah satu mata diklat adalah Notasi Sigma, Barisan dan Deret Bilangan. Penulis sering ditugaskan untuk menjadi fasilitator  mata diklat itu dan salah satu kegiatan peserta pada mata diklat tersebut adalah menyelesaikan soal-soal yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika setiap tahun selalu menyelenggarakan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Guru Pengembang Matematika SMA. Salah satu mata diklat adalah Notasi Sigma, Barisan dan Deret Bilangan. Penulis sering ditugaskan untuk menjadi fasilitator  mata diklat itu dan salah satu kegiatan peserta pada mata diklat tersebut adalah menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan notasi sigma, barisan dan deret bilangan.</p>
<p>Peserta diklat tiap angkatan selalu diberikan soal tentang notasi sigma dan deret bilangan yang diperlihatkan di bawah ini dan jawaban-jawaban mereka dianalisis. Hasilnya cukup menarik. Miskonsepsi dalam 2 soal tersebut hampir seragam. Hanya sedikit  peserta diklat yang menjawab dengan benar walaupun taraf kesulitan soal yang diberikan dikategorikan “sedang, atau cenderung mudah”.</p>
<p><a href="https://docs.google.com/viewer?a=v&amp;pid=explorer&amp;chrome=true&amp;srcid=0B4Y-IxzzEvxGOWI2OGE4MjgtYjg0NC00ZDA4LTllOTMtNGNlMThkZmE2M2Mx&amp;hl=en_US">Download Lengkap File: Beberapa Miskonsepsi Guru Matematika SMA Pada Materi Notasi Sigma, Barisan dan Deret Bilangan</a></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://p4tkmatematika.org/2011/11/beberapa-miskonsepsi-guru-matematika-sma-pada-materi-notasi-sigma-barisan-dan-deret-bilangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teknik ‘Tangkap-Lepas’ atau ‘Capture–Recapture’ Technique untuk Menentukan Perkiraan Populasi Hewan di Alam Bebas</title>
		<link>http://p4tkmatematika.org/2011/11/teknik-%e2%80%98tangkap-lepas%e2%80%99-atau-%e2%80%98capture%e2%80%93recapture%e2%80%99-technique-untuk-menentukan-perkiraan-populasi-hewan-di-alam-bebas/</link>
		<comments>http://p4tkmatematika.org/2011/11/teknik-%e2%80%98tangkap-lepas%e2%80%99-atau-%e2%80%98capture%e2%80%93recapture%e2%80%99-technique-untuk-menentukan-perkiraan-populasi-hewan-di-alam-bebas/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Nov 2011 02:08:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Matematika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://p4tkmatematika.org/?p=2258</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Oleh: Fadjar Shadiq, M.App.Sc Widyaiswara Madya PPPPTK Matematika (fadjar_p3g@yahoo.com &#38; www.fadjarp3g.wordpress.com) Perhatikan kasus berikut ini. Cobalah untuk memecahkannya. Seorang pengelola pondok pemancingan yang tidak terlalu kaya di suatu danau meminta Anda untuk menentukan perkiraan banyaknya ikan yang ada di danau tersebut. Langkah apa yang hendak Anda lakukan yang secara ilmiah dapat dipertanggung-jawabkan serta murah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>Oleh:</p>
<p>Fadjar Shadiq, M.App.Sc</p>
<p>Widyaiswara Madya PPPPTK Matematika</p>
<p>(fadjar_p3g@yahoo.com &amp;<a href="www.fadjarp3g.wordpress.com"> www.fadjarp3g.wordpress.com</a>)</p>
<p>Perhatikan kasus berikut ini. Cobalah untuk memecahkannya.</p>
<p><em>Seorang pengelola pondok pemancingan yang tidak terlalu kaya di suatu danau meminta Anda untuk menentukan perkiraan banyaknya ikan yang ada di danau tersebut. Langkah apa yang hendak Anda lakukan yang secara ilmiah dapat dipertanggung-jawabkan serta murah untuk memenuhi permintaan tersebut? Mampukah matematika membantu memecahkan masalah tersebut? Jika ya, bagaimana caranya?</em></p>
<p>Sekali lagi, jika Anda yang diminta sang pengelola pondok pemancingan tersebut, langkah apa yang hendak Anda lakukan untuk memenuhi permintaan tersebut? Menghitung populasi ikan di danau tersebut jelas tidak mungkin bukan? Alasannya, bagaimana menangkap semua ikan yang ada di danau tersebut? Lalu, jika Anda mengusulkan untuk menggunaan alat penginderaan canggih dari satelit misalnya, kemungkinan besar pengelola pemancingan tidak akan memiliki dana untuk kegiatan seperti itu karena ia tidak terlalu kaya. Sekali lagi, pertanyaan yang paling penting dan harus dijawab adalah, dapatkah matematika membantu memecahkan masalah di atas?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Terus terang saja, ketika pertama kali membaca masalah di atas, penulis berpikir tidak ada cara untuk menyelesaikan atau memecahkan masalah seperti itu? Mungkin hal yang sama terjadi pada diri Anda. Ternyata, dengan menggunakan konsep matematika yang sangat sederhana, masalah tersebut dapat dipecahkan yaitu dengan menggunakan atau mengaplikasikan konsep perbandingan senilai. Dengan konsep perbandingan senilai yang sangat sederhana, model matematikanya dapat disusun sehingga proses pemecahan masalahnya dapat dilakukan.</p>
<p><strong>Terdiri dari Dua Tahap</strong></p>
<p>Pada langkah atau tahap pertama, karena Anda dan saya belum mengetahui perkiraan banyaknya ikan yang ada di danau tersebut, maka marilah kita bersepakat untuk memisalkan banyaknya ikan di danau itu dengan <em>p</em> yang merupakan huruf awal kata populasi. Dengan demikian, <em>p</em> adalah wakil bilangan asli yang menunjukkan banyaknya ikan di danau itu. Setelah itu, dimisalkan bahwa kita diperbolehkan untuk menangkap 20 ikan lalu memberi tanda plastik pada ekor-ekor ikan yang baru ditangkap itu agar ikan tersebut tidak terluka. Berikutnya, 20 ikan yang baru diberi tanda khusus tersebut  dilepas lagi ke danau.</p>
<p><a href="https://docs.google.com/viewer?a=v&amp;pid=explorer&amp;chrome=true&amp;srcid=0B4Y-IxzzEvxGOWFhYThiYTUtMTE0Ni00MmZmLWFiYzAtZGFjM2U2OGVlYmQ0&amp;hl=en_US">Download Lengkap File Artikel: Teknik ‘Tangkap-Lepas’ atau ‘Capture–Recapture’ Technique untuk Menentukan Perkiraan Populasi Hewan di Alam Bebas</a></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://p4tkmatematika.org/2011/11/teknik-%e2%80%98tangkap-lepas%e2%80%99-atau-%e2%80%98capture%e2%80%93recapture%e2%80%99-technique-untuk-menentukan-perkiraan-populasi-hewan-di-alam-bebas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Contoh Penalaran Induktif dan Deduktif Menggunakan Kegiatan Bermain-main dengan Bilangan</title>
		<link>http://p4tkmatematika.org/2011/10/contoh-penalaran-induktif-dan-deduktif-menggunakan-kegiatan-bermain-main-dengan-bilangan/</link>
		<comments>http://p4tkmatematika.org/2011/10/contoh-penalaran-induktif-dan-deduktif-menggunakan-kegiatan-bermain-main-dengan-bilangan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Oct 2011 07:02:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Matematika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://p4tkmatematika.org/?p=2105</guid>
		<description><![CDATA[Pada intinya, pembuktian dengan penalaran induktif, belum dapat meyakinkan orang lain, termasuk para pembaca naskah ini bahwa rumus atau pernyataan tersebut akan benar untuk seluruh nilai n. Untuk itu, alternatif pembuktian secara deduktif akan dikomunikasikan seperti ditunjukkan dengan tabel di bawah ini. Langkah pertamanya adalah dengan memisalkan bilangan yang dipilih adalah x pada cara II [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada intinya, pembuktian dengan penalaran induktif, belum dapat meyakinkan orang lain, termasuk para pembaca naskah ini bahwa rumus atau pernyataan tersebut akan benar untuk seluruh nilai n. Untuk itu, alternatif pembuktian secara deduktif akan dikomunikasikan seperti ditunjukkan dengan tabel di bawah ini. Langkah pertamanya adalah dengan memisalkan bilangan yang dipilih adalah x pada cara II dan suatu persegi pada cara I yang mewakili atau melambangkan suatu bilangan sembarang dari anggota semesta pembicaraannya.</p>
<p>Download Lengkap File: <a href="http://p4tkmatematika.org/file/Karya%20WI-14%20s.d%2016%20Okt%202011/11%20Permainan%20Bil%20Sj%20(WEb).pdf">Contoh Penalaran Induktif dan Deduktif Menggunakan Kegiatan Bermain-main dengan Bilangan</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://p4tkmatematika.org/2011/10/contoh-penalaran-induktif-dan-deduktif-menggunakan-kegiatan-bermain-main-dengan-bilangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemanfaatan Pembuktian tidak Langsung dengan Kontradiksi</title>
		<link>http://p4tkmatematika.org/2011/10/pemanfaatan-pembuktian-tidak-langsung-dangan-kontradiksi/</link>
		<comments>http://p4tkmatematika.org/2011/10/pemanfaatan-pembuktian-tidak-langsung-dangan-kontradiksi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Oct 2011 06:45:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Matematika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://p4tkmatematika.org/?p=2102</guid>
		<description><![CDATA[Sejatinya, di dalam kehidupan nyata sehari-hari, penggunaan pembuktian tak langsung (indirect proof) sering digunakan meskipun tidak disadari bahwa pembuktian tersebut merupakan pembuktian tidak langsung. Contohnya terjadi ketika Anda sedang asyik membaca lalu tiba-tiba saja listrik di kamar padam. Mungkin setelah itu akan muncul pikiran bahwa padamnya listrik itu terjadi di semua tempat. Sebagai akibat dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejatinya, di dalam kehidupan nyata sehari-hari, penggunaan pembuktian tak langsung <em>(indirect proof)</em> sering digunakan meskipun tidak disadari bahwa pembuktian tersebut merupakan pembuktian tidak langsung. Contohnya terjadi ketika Anda sedang asyik membaca lalu tiba-tiba saja listrik di kamar padam. Mungkin setelah itu akan muncul pikiran bahwa padamnya listrik itu terjadi di semua tempat. Sebagai akibat dari pemisalan tersebut, listrik di seluruh kota akan padam, termasuk di rumah-rumah di dekat rumah Anda. Namun, ketika Anda melongok ke luar lewat jendela, ternyata listrik di rumah-rumah yang ada di sekitar rumah Anda masih menyala. Keadaan inilah yang disebut dengan ’kontradiksi’. Artinya, di satu sisi dengan pikiran bahwa listrik padam karena ada masalah di pusat listriknya, dan hal tersebut akan mengakibatkan seluruh listrik akan padam, namun di sisi lain, pada kenyataannya, listriknya tidak padam semua. Kesimpulannya, pikiran atau pemisalan awal tadi bahwa listrik padam karena ada masalah di pusat listriknya adalah tidak benar karena pemisalan awal tadi telah mengakibatkan adanya suatu keadaan yang kontradiktif sehingga harus diingkari.</p>
<p>Download Lengkap File: <a href="http://p4tkmatematika.org/file/Karya%20WI-14%20s.d%2016%20Okt%202011/11%20BuktiTakLangsung.pdf">Pemanfaatan Pembuktian tidak Langsung dengan Kontradiksi</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://p4tkmatematika.org/2011/10/pemanfaatan-pembuktian-tidak-langsung-dangan-kontradiksi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengembangkan Kecakapan Abad ke-21</title>
		<link>http://p4tkmatematika.org/2011/10/mengembangkan-kecakapan-abad-ke-21/</link>
		<comments>http://p4tkmatematika.org/2011/10/mengembangkan-kecakapan-abad-ke-21/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Oct 2011 06:24:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://p4tkmatematika.org/?p=2098</guid>
		<description><![CDATA[Pembelajaran di Abad ke-21 sekarang ini hendaknya disesuaikan dengan kemajuan dan tuntutan yang ada. Salah satu pembelajaran yang mungkin dapat dilakukan adalah pembelajaran yang berpusat pada siswa. Pembelajaran yang berpusat pada siswa berbeda dengan cara tradisional yaitu pembelajaran yang berpusat pada guru, dalam arti bahwa keduanya mempunyai pendekatan berbeda dalam isi, instruksi, lingkungan kelas, penilaian, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pembelajaran di Abad ke-21 sekarang ini hendaknya disesuaikan dengan kemajuan dan tuntutan yang ada. Salah satu pembelajaran yang mungkin dapat dilakukan adalah pembelajaran yang berpusat pada siswa. Pembelajaran yang berpusat pada siswa berbeda dengan cara tradisional yaitu pembelajaran yang berpusat pada guru, dalam arti bahwa keduanya mempunyai pendekatan berbeda dalam isi, instruksi, lingkungan kelas, penilaian, dan teknologi. Berikut beberapa ciri-ciri kecakapan abad ke-21 di berbagai tempat.</p>
<p>Di tempat kerja abad ke-21, para pekerja:</p>
<ol>
<li>Menganalisa,      mengubah, dan menciptakan informasi</li>
<li>Bekerjasama dengan      rekan kerja untuk menyelesaikan masalah dan membuat keputusan</li>
<li>Mengerjakan berbagai      tugas rumit dengan menggunakan teknologi canggih</li>
</ol>
<p>Di  rumah-rumah abad ke-21, para keluarga:</p>
<ol>
<li>Menikmati hiburan      dengan menonton, menciptakan, dan berpartisipasi di berbagai media</li>
<li>Membuat keputusan      untuk membeli sesuatu dengan mencari informasi di internet</li>
<li>Saling berhubungan      dengan teman dan keluarga melalui berbagai macam teknologi.</li>
</ol>
<p>Di tengah masyarakat abad ke-21, penduduk:</p>
<ol>
<li>Menggunakan      internet untuk selalu mengetahui berita lokal, nasional,dan internasional</li>
<li>Berkomunikasi dan      mengajak yang lain mengikuti pendapat mereka dengan menggunakan berbagai      macam teknologi</li>
<li>Mematuhi      peraturan-peraturan pemerintah tanpa meninggalkan rumah mereka.</li>
</ol>
<p>Sekolah-sekolah di abad ke-21 tidak sekedar harus menyiapkan siswanya untuk bekerja di tempat kerja masa kini, tetapi para gurunya juga harus mengikuti perkembangan cara siswa dan keluarganya menggunakan teknologi dalam kehidupan mereka sehari-hari.</p>
<p>Di sekolah-sekolah abad ke-21, para siswa:</p>
<ol>
<li>Mengerjakan      tugas-tugas rumit dan penuh tantangan yang mengharuskan mereka berpikir      tentang pelajaran secara mendalam dan mengatur cara belajar mereka sendiri</li>
<li>Bekerjasama dengan      teman, guru, dan para pakar dalam tugas-tugas penting dengan menggunakan      pemikiran tingkat tinggi</li>
<li>Menggunakan      teknologi untuk membuat keputusan, memecahkan masalah, dan menciptakan      gagasan baru.</li>
</ol>
<p>Untuk membantu para siswa mencapai tingkat partisipasi penuh di masyarakat, guru harus memusatkan perhatian pada kecakapan-kecakapan di abad ke-21, yang terdaftar di bawah ini, dan membantu para siswa beradaptasi terhadap perubahan sosial dan teknologi:</p>
<p>1. Akuntabilitas dan      Kemampuan beradaptasi</p>
<p>Menjalankan tanggungjawab pribadi dan fleksibitas secara pribadi, pada tempat kerja, dan hubungan masyarakat; menetapkan dan mencapai standar dan tujuan yang tinggi untuk diri sendiri dan orang lain; memaklumi kerancuan.</p>
<p>2. Kecakapan      Berkomunikasi</p>
<p>Memahami, mengelola, dan menciptakan komunikasi yang efektif dalam berbagai bentuk dan isi secara lisan, tulisan, dan multimedia.</p>
<p>3. Kreatifitas dan      Keingintahuan Intelektual</p>
<p>Mengembangkan, melaksanakan, dan menyampaikan gagasan-gagasan baru kepada yang lain; bersikap terbuka dan responsif terhadap perspektif baru dan berbeda.</p>
<p>4. Berpikir Kritis      dan Berpikir dalam Sistem</p>
<p>Berusaha untuk memberikan penalaran yang masuk akal dalam memahami dan membuat pilihan yang rumit; memahami interkoneksi antara sistem.</p>
<p>5. Kecakapan Melek      Informasi dan Media</p>
<p>Menganalisa, mengakses, mengelola, mengintegrasi, mengevaluasi, dan menciptakan informasi dalam berbagai bentuk dan media.</p>
<p>6. Kecakapan Hubungan      Antar Pribadi dan Kerjasama</p>
<p>Menunjukkan kerjasama berkelompok dan kepemimpinan; beradaptasi dalam berbagai peran dan tanggungjawab; bekerja secara produktif dengan yang lain; menempatkan empati pada tempatnya; menghormati perspektif berbeda.</p>
<p>7. Identifikasi      masalah, Penjabaran, dan Solusi</p>
<p>Kemampuan untuk menyusun dan mengungkapkan, menganalisa, dan menyelesaikan masalah.</p>
<p>8. Pengarahan Pribadi</p>
<p>Memonitor pemahaman diri dan mempelajari kebutuhan pembelajaran,  menemukan sumber-sumber yang tepat,  mentransfer pembelajaran dari satu bidang ke bidang lainnya.</p>
<p>9. Tanggung Jawab      Sosial</p>
<p>Tanggung jawab dalam bertindak dengan mengutamakan kepentingan masyarakat yang lebih besar; menunjukkan perilaku etis secara pribadi, pada tempat kerja, dan hubungan antar masyarakat</p>
<p>Berikut beberapa karakteristik pembelajaran yang berpusat pada siswa dan berpusat pada guru ditinjau dari segi materi, instruksi, lingkungan kelas, penilaian, dan teknologi.</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="283" valign="top">Pendekatan   yang Berpusat pada Guru</td>
<td width="274" valign="top">Pendekatan   yang Berpusat pada Siswa</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="558" valign="top">
<p style="text-align: center;">Materi</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="283" valign="top">Materi   dikembangkan dari kurikulum, dan semua siswa mempelajari topik yang sama pada   waktu yang sama.</td>
<td width="274" valign="top">Para   siswa belajar topik-topik berdasarkan kurikulum dan standar tetapi diijinkan   untuk memilih sebuah topik belajar.</td>
</tr>
<tr>
<td width="283" valign="top">Para   siswa mendapatkan akses pada informasi yang terbatas, dipilih oleh guru atau   perpustakaan sekolah.</td>
<td width="274" valign="top">Para   siswa mendapatkan akses tak terbatas dengan kualitas yang berbeda-beda.</td>
</tr>
<tr>
<td width="283" valign="top">Topik-topik   belajar biasanya terisolasi dan berdiri sendiri dari satu sama lainnya.</td>
<td width="274" valign="top">Para   siswa mempelajari materi yang memperlihatkan hubungan antar mata pelajaran.</td>
</tr>
<tr>
<td width="283" valign="top">Para   siswa menghafal fakta dan kadang menganalisa informasi secara kritis.   Terdapat fokus yang sedikit dalam mengaplikasikan fakta atau konsep pada   situasi dunia nyata yang berbeda-beda.</td>
<td width="274" valign="top">Para   siswa mempelajari konsep dan juga fakta, dan sering terlibat dalam analisa   tingkat tinggi, evaluasi, dan sintesa dari berbagai jenis materi. Terdapat   penekanan pada bagaimana   mengaplikasikan konsep terhadap situasi di dunia nyata.</td>
</tr>
<tr>
<td width="283" valign="top">Para   siswa berusaha untuk menemukan jawaban yang benar.</td>
<td width="274" valign="top">Para   siswa berusaha untuk mendapatkan salah satu dari sejumlah jawaban yang benar.</td>
</tr>
<tr>
<td width="283" valign="top">Para   guru memilih kegiatan dan memberikan materi sesuai dengan tingkatannya.</td>
<td width="274" valign="top">Para   siswa memilih bermacam jenis kegiatan yang disediakan guru dan seringkali   menentukan sendiri pada tingkat tantangan mana mereka harus bekerja.</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="558" valign="top">
<p style="text-align: center;">Instruksi</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="283" valign="top">Guru   adalah pemberi informasi-orang bijaksana di atas panggung- yang membantu   siswa untuk mendapatkan kecakapan dan pengetahuan.</td>
<td width="274" valign="top">Guru   adalah fasilitator/penghubung-pendamping siswa- yang memberikan kesempatan   kepada siswa untuk mengaplikasikan kecakapan dan membangun pengetahuan mereka   sendiri.</td>
</tr>
<tr>
<td width="283" valign="top">Belajar   dimulai dengan sesuatu yang tidak diketahui siswa.</td>
<td width="274" valign="top">Belajar   dimulai dengan pengetahuan yang sudah pernah diketahui sebelumnya.</td>
</tr>
<tr>
<td width="283" valign="top">Mengajar   adalah proses yang penuh dengan instruksi.</td>
<td width="274" valign="top">Mengajar   adalah proses membangun.</td>
</tr>
<tr>
<td width="283" valign="top">Para   siswa menyelesaikan aktivitas dan pelajaran pendek yang terlepas di sekitar   materi dan kecakapan tertentu.</td>
<td width="274" valign="top">Para   siswa bekerja pada aktivitas dan proyek yang terhubungkan dengan tujuan   jangka panjang untuk membangun pengertian konsep mendalam dan strategi yang   berguna.</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="558" valign="top">
<p style="text-align: center;">Lingkungan   Kelas</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="283" valign="top">Para   siswa belajar secara pasif.</td>
<td width="274" valign="top">Lingkungan   kelas menggambarkan tempat bekerja yang hidup dengan berbagai macam aktivitas   dan tingkat keramaian yang tinggi tergantung pada jenis materi yang sedang   dikerjakan.</td>
</tr>
<tr>
<td width="283" valign="top">Para   siswa biasanya bekerja secara individu.</td>
<td width="274" valign="top">Para   siswa seringkali dengan teman-teman, para ahli, masyarakat sekitar, dan para   guru.</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="558" valign="top">
<p style="text-align: center;">Penilaian</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="283" valign="top">Para   siswa mengerjakan ujian kertas dan pensil dengan tenang dan individual.   Pertanyaan-pertanyaannya tersimpan rahasia sampai waktu ujian sehingga siswa   harus belajar seluruh materi ujian walaupun hanya sebagian yang akan diuji.</td>
<td width="274" valign="top">Para   siswa mengetahui sebelumnya bagaimana mereka akan diuji, memiliki kriteria   terhadap materi yang akan dinilai, menerima komentar dari guru dan   teman-teman mereka, dan memiliki banyak kesempatan untuk menilai pekerjaan   mereka sendiri.</td>
</tr>
<tr>
<td width="283" valign="top">Para   guru bertanggung jawab penuh atas proses belajar mengajar para siswanya.</td>
<td width="274" valign="top">Guru   dan siswa berbagi tanggung jawab dalam proses belajar mengajar dan   keberhasilannya.</td>
</tr>
<tr>
<td width="283" valign="top">Siswa   amat termotivasi untuk mendapatkan nilai yang bagus, untuk menyenangkan guru,   dan mendapatkan hadiah.</td>
<td width="274" valign="top">Minat   dan keterlibatan siswa meningkatkan motivasi dan usahanya.</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="558" valign="top">
<p style="text-align: center;">Teknologi</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="283" valign="top">Guru   menggunakan berbagai macam teknologi untuk menerangkan, mendemonstrasikan,   dan menggambarkan berbagai macam produk.</td>
<td width="274" valign="top">Siswa   menggunakan berbagai macam teknologi untuk mengerjakan riset, berkomunikasi,   dan menciptakan pengetahuan.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<p>Oleh: Estina Ekawati, S.Si, M.Pd.Si (Staff PPPPTK Matematika)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://p4tkmatematika.org/2011/10/mengembangkan-kecakapan-abad-ke-21/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Sehat di Saat Diklat</title>
		<link>http://p4tkmatematika.org/2011/10/cara-sehat-di-saat-diklat/</link>
		<comments>http://p4tkmatematika.org/2011/10/cara-sehat-di-saat-diklat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Oct 2011 05:33:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://p4tkmatematika.org/?p=2095</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini terinspirasi dari seorang tetangga yang harus ke rumah sakit ketika pulang dari diklat karena sakit. Saat mengikuti kegiatan diklat, workshop, pelatihan, seminar, atau lainnya yang mengharuskan kita tinggal di asrama/hotel untuk beberapa waktu memang memberikan pengalaman tersendiri bagi kita. Namun, rutinitas yang sementara tadi hendaknya kita imbangi dengan beberapa kegiatan, sehingga kita pun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini terinspirasi dari seorang tetangga yang harus ke rumah sakit ketika pulang dari diklat karena sakit. Saat mengikuti kegiatan diklat, workshop, pelatihan, seminar, atau lainnya yang mengharuskan kita tinggal di asrama/hotel untuk beberapa waktu memang memberikan pengalaman tersendiri bagi kita. Namun, rutinitas yang sementara tadi hendaknya kita imbangi dengan beberapa kegiatan, sehingga kita pun tetap merasa <em>fresh</em> saat mengikuti kegiatan.</p>
<p>Kegiatan yang mayoritas duduk terlalu lama di ruangan yang full AC, kamar tempat istirahat yang juga didisain untuk selalu tetap menggunakan AC (sehingga tidak ada kesempatan untuk menikmati segarnya udara melalui jendela), dan juga menu makanan hotel yang kadang tidak cocok dengan yang biasanya kita makan, harus kita sikapi dengan bijak. Beberapa tips berikut ini adalah pengalaman pribadi penulis untuk menghindari kebosanan selama mengikuti kegiatan.</p>
<p>a.       Kegiatan di ruangan yang full AC</p>
<p>Bagi Anda yang memang tidak ada masalah dengan dinginnya AC, maka kegiatan di ruangan yang full AC bukan masalah. Namun, jika Anda seperti saya yang “kurang sehat” jika di ruangan ber AC, jangan lupa untuk menyiapkan jaket dan dipakai selama mengikuti kegiatan, atau jika memungkinkan, diskusikan dengan teman-teman masalah pengaturan suhu. Namun, kadang ada ruangan yang pengaturan AC-nya terpusat, mintalah bantuan kepada petugas ruangan untuk mengatur suhunya. Saya pernah berada di ruangan, yang amat sangat dingin sekali, setelah saya cek, ternyata suhu ruangan tersebut 5<sup>o</sup>C. Jangankan 5<sup>o</sup>C, 18<sup>o</sup>C saja bagi saya kadang masih terlalu dingin.</p>
<p>b.       Kamar tempat istirahat yang selalu tertutup.</p>
<p>Meskipun tempat istirahat saat diklat hanya kita gunakan untuk “sementara” saja, namun yang sementara tadi harus kita maksimalkan, sehingga kita bisa istirahat dengan optimal. Bagi yang terbiasa tidur menggunakan AC tidak ada masalah, namun jika yang memiliki kebiasaan di lingkungan udara segar, mungkin tips berikut bisa dicoba. Sebelum memakai ruang istirahat (kamar), nyalakan dulu AC nya, sehingga ketika akan kita gunakan, kamar sudah dalam suhu dingin dan pada saat kita di kamar sudah tidak memerlukan AC lagi. Saat bangun tidur pagi hari, manfaatkanlah waktu yang ada untuk berolahraga ringan. Misal, Anda bisa jalan-jalan atau jogging di sekitar tempat kegiatan. Atau bisa juga keliling kompleks sekitar, selain sehat juga akan tambah pengalaman tentang kondisi sekitar.</p>
<p>Atau, manfaatkan fasilitas fitnes yang biasanya juga disediakan (untuk kegiatan yang dilaksanakan di hotel), dan bagi yang biasa renang, mungkin memanfaatkan fasilitas kolam renang yang ada. Atau jika memang benar-benar malas, lakukanlah peregangan di kamar saja. Hal ini bisa membantu melemaskan otot-otot yang kaku.</p>
<p>Jika kegiatan diklat dilaksanakan di instansi yang pada saat itu sedang ada senam, jangan sungkan-sungkan untuk ikut bergabung ikut senam. Jarangkan di antara kita yang mau gabung?</p>
<p>c.       Menu makanan monoton</p>
<p>Menu makanan di tempat diklat mungkin kurang cocok dengan menu yang kita makan sehari-hari atau juga menunya tidak bervariasi alias yang itu-itu saja. Cobalah sekali-kali untuk mencari makanan di luar, mungkin bisa malam hari setelah selesai kegiatan atau pagi hari setalah jalan-jalan mencoba mencari sarapan di luar. Intinya, jangan biarkan perut kita kosong karena menu makanan tidak sesuai dengan selera kita.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Nah, selamat mencoba beberapa tips di atas. Badan sehat, diklatpun lancar.</p>
<p>Oleh: Estina Ekawati, S.Si, M.Pd.Si (Staff Unit MTI PPPPTK Matematika)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://p4tkmatematika.org/2011/10/cara-sehat-di-saat-diklat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!--
<p align="center"><img src="http://4.bp.blogspot.com/-m0UbKxjlFaw/TmbRzgxtW4I/AAAAAAAAA50/Dx_KPRnT3Ig/s200/p4tk.jpg"></p>
<p align="center"><h1>MOHON MAAF SITUS KAMI DALAM PERBAIKAN TEKNIS. SILAHKAN KEMBALI BEBERAPA SAAT LAGI</h1></p>
<br>Untuk Informasi Status Situs ini Silahkan Akses ke <a href="http://facebook.com/p4tkmatematika">Facebook.com/p4tkmatematika</a>
-->
